Minggu, 27 Oktober 2013

NASKAH PUBLIKASI
PROYEK TUGAS AKHIR

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
(STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI
KAB. KOTAWARINGIN BARAT)


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS BISNIS DAN TEKNOLOGI INFORMASI


















Disusun oleh:

NUR CHOLIS
NIM : 309111275



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS BISNIS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2013



NASKAH PUBLIKASI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
(STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI
KAB. KOTAWARINGIN BARAT)





Disusun oleh

NUR CHOLIS
NIM : 3095111275



Telah disetujui oleh dosen Pembimbing




                                                                Pembimbing




Erik Iman Heri Ujianto, M.Kom                             Tanggal :       Agustus 2013

 

 

 

 

 

 



 







SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
(STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI
KAB. KOTAWARINGIN BARAT)

DECISION SUPPORT SYSTEM USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) THE ELECTION DEPARTMENT IN SMA
(SMA CASE STUDY 2 KUMAI KAB. KOTAWARINGIN BARAT)

Nur Cholis
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi, Universitas Teknologi Yogyakarta

ABSTRACT

                        Decision Support Systems is a system designed to aid effectiveness, making it easier for individuals who have little experience of computers and analytical methods. This system is used instead to substitute a decision, but as a consideration or support for decision-making.
The purpose of this study to develop an application for a decision support system of selecting candidates for new students at SMAN 2 Kumai district. Kotawaringin Barat. Calculation methodology used in the process of decision support systems using Analytical Hierarchy Process (AHP). While the system development methods used in developing this system using method Skuensial majors Linear or Waterfall Model.
Results of this study indicate that the use of a decision support system of selecting students majoring in class x election in SMA Negeri 2 Kumai district. Kotawaringin Barat, and can help facilitate students and minimize the mistakes made because one can choose majors in SMA Negeri 2 Kumai placement of students in decision-making.

Keywords: Decision Support Systems, AHP Method, Information Systems, Selection of High School Programs.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
(STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI
KAB. KOTAWARINGIN BARAT)

DECISION SUPPORT SYSTEM USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) THE ELECTION DEPARTMENT IN SMA
(SMA CASE STUDY 2 KUMAI KAB. KOTAWARINGIN BARAT)

Nur Cholis
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi, Universitas Teknologi Yogyakarta

INTISARI

Sistem pedukung keputusan merupakan sistem yang dirancang untuk membantu efektifitas, sehingga mempermudah individu yang memiliki sedikit pengalaman mengenai komputer dan metode analitis. Sistem ini digunakan bukan untuk pengganti keputusan, melainkan sebagai pertimbangan atau pendukung untuk pengambilan keputusan.
Tujuan  penelitian  ini  untuk  untuk  membangun  sebuah aplikasi  sistem  pendukung keputusan  penyeleksian  calon  siswa  baru  di  SMA  Negeri  2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat.  Metodologi perhitungan yang  digunakan dalam  proses  sistem  pendukung  keputusan menggunakan  metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sedangkan metode  pengembangan  sistem  yang    digunakan  dalam  pengembangan  sistem  penjurusan  ini menggunakan  Model Skuensial  Linier atau  Model  Air  Terjun. 
Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  penggunaan  sistem  pendukung  keputusan  penyeleksian pemilihan jurusan  siswa kelas x  di  SMA  Negeri  2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat, dan dapat  membantu  mempermudah  siswa  dan meminimalisir kesalahan yang dilakukan karena salah memilih jurusan di SMA Negeri 2 Kumai  dalam  pengambilan  keputusan  penjurusan siswa. 

Kata Kunci : Sistem Pengambilan Keputusan, Metode AHP, Sistem Informasi, Pemilihan Jurusan SMA.


I.1 Pendahuluan

I.1.1 Latar Belakang

            SMA adalah salah satu lembaga pendidikan yang mulai memperkenalkan jurusan dan membaginya dalam beberapa pilihan jurusan. Dalam hal ini jurusan yang dibagi yaitu jurusan IPA dan IPS, bahkan ada beberapa sekolah yang mempunyai fasilitas tambahan berupa laboratorium sehingga jurusannya menjadi lebih dari 3 dengan tambahan jurusan lain.
Sebagai  lembaga yang mempunyai jurusan dimulai dari kelas IX, kemudian memfokuskan penjurusan setelah kelas selanjutnya. Maka SMA memberikan pilihan bagi siswanya untuk memilih jurusan yang mereka inginkan, tetapi dengan beberapa yang menjadi tolak ukur bagi siswa tersebut apakah mereka bisa masuk jurusan yang ingin mereka inginkan, dan apakah nantinya akan benar dengan pilihannya di kemudian hari atau malah memberatkan siswa karena salah jurusan. Dari beberapa kriteria itu, kemudian bisa disesuaikan kemana siswa yang bersangkutan bisa masuk, dan setelah itu siswa bisa ke kelas yang sudah siswa pilih sesuai kemampuan.
Sistem pedukung keputusan merupakan sistem yang dirancang untuk membantu efektifitas, sehingga mempermudah individu yang memiliki sedikit pengalaman mengenai komputer dan metode analitis. Sistem ini digunakan bukan untuk pengganti keputusan, melainkan sebagai pertimbangan atau pendukung untuk pengambilan keputusan.
Untuk mengimplementasikan sistem tersebut, maka digunakanlah metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Pada dasarnya, proses pengambilan keputusan adalah memilih suatu altenatif. Peralatan utama AHP adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Keberadaan hirarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau tidak terstruktur dalam sub – sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki. (Kusrini, 2007).
I.1.2 Tujuan Penelitian
Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis web agar bisa membantu untuk menentukan jurusan bagi siswa dan siswi SMAN 2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat yaitu siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) berdasarkan nilai-nilai rapor, minat dan tes bakat.
I.2 Landasan Teori
I.2.1 Tinjauan Pustaka
Penelitian lain penulis juga mengambil tinjauan pustaka dari penelitian yang dilakukan oleh: Ayu Riyanto dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2011 dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asisten Praktikum Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu metode yang mampu memecahkan masalah multi kriteria menjadi beberapa elemen dalam sebuah hierarki.
I.2.1.1 Pengertian Sistem
Menurut Kusrini (2007) sistem merupakan elemen yang saling berkaitan yang bertanggung jawab memproses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (output).
I.2.1.2 Definisi Sistem Pendukung Keputusan
                                                Menurut Alter (dalam Kusrini, 2007) DSS merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya di buat.
I.2.2 Tinjauan Teori
I.2.2.1 Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak

Metodologi pengembangan perangkat lunak atau metodologi pengembangan sistem adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk menstrukturkan, merencanakan, dan mengendalikan proses pengembangan suatu sistem informasi. Masing-masing metodologi mungkin cocok diterapkan untuk suatu proyek tertentu, berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, organisasi, proyek, serta tim. ( Farid Azis. 2005).

I.2.2.2 Pengenalan Metode Analisis Hierarki Proses (AHP)
Pada dasarnya, proses pengambilan keputusan adalah memilih suatu alternatif. Peralatan utaman AHP adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Keberadaan hirarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau terstruktur dalam sub-sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki (Kusrini, 2007).
I.2.2.3 Internet
Internet bukan lagi menjadi kata yang asing bagi orang yang berkecimpung di dunia komputer, bahkan bagi orang awam sekalipun. Kata WWW (World Wide Web) seakan-akan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Kini lewat Web, informasi dapat diperoleh mulai dari isu perang, info selebritis, bahkan hasil pertandingan olahraga spektakuler, sehingga kita tak perlu repot-repot dating ketempat pertandingan.
I.2.2.4 PHP
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah sebuah bahasa pemrograman yang pada awalnya dirancang untuk menghasilkan halaman web yang dinamis. Penggunaan PHP yang utama adalah pada aplikasi server-side, tetapi dapat juga digunakan melalui antar muka command line atau aplikasi berbasis GUI.
PHP berkompetisi dengan Visual Basic dan C++ untuk posisi ketiga sebagai bahasa pemrograman paling populer setelah Java dan C. PHP adalah bahasa open source dan dinyatakan sebagai software gratis oleh Free Software Foundation. (Abdul Kadir, 2008)
I.2.2.5 Apache Web Server
Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP. (Abdul Kadir, 2008).
I.2.2.6 CSS (Cascading Style Sheets)
CSS (Cascading Style Sheets) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. (Komang Wiswakarma, 2010).
I.3  Metodologi Penelitian
Metode  pengembangan  sistem  yang    digunakan  dalam  pengembangan  sistem  pendukung  keputusan  penjurusan  ini menggunakan  Model Skuensial  Linier atau  Model  Air  Terjun.  Model Skuensial  Linier merupakan  paradigma  rekayasa perangkat lunak yang paling tua dan paling banyak dipakai.  Model  ini mengusulkan  sebuah pendekatan  perkembangan perangkat  lunak  sistematik  dan  sekuensial  yang  dimulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan.
I.4 Analisis, Perancangan dan Implementasi
I.4.1 Analisis Masalah
Banyak metode yang dapat digunakan dalam sistem pengambilan keputusan. Salah satu metode tersebut yang digunakan dalam sistem ini adalah metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Konsep metode AHP adalah merubah nilai-nilai kualitatif menjadi nilai kuantitatif. Sehingga keputusan-keputusan yang diambil bisa lebih obyektif. Dalam penelitian ini, metode AHP diaplikasikan khususnya untuk membantu siswa menentukan jurusan yang terbaik, diasumsikan bahwa kriteria-kriteria yang digunakan dalam menilai pemilihan jurusan terbaik adalah:
1.      Nilai Rapor
2.      Kuisioner
3.      Minat
I.4.2 Perancangan Sistem
a. Diagram Konteks
Gambar di bawah ini adalah gambar diagram konteks usulan program pengolahan data pemesanan dan distribusi barang.
Gambar 1.1 Diagram Konteks
b.         Data Flow Diagram Level 1
Aliran data yang ada pada sistem digambarkan dengan lebih rinci menggunakan Data Flow Diagram seperti pada Gambar dibawah ini:
Gambar 1.2 Data Flow Diagram Level 1
I.4.3 Perancangan Basis Data
a.   Entity Relational Diagram (ERD)
ERD merupakan cara untuk mengorganisasikan data yang akan di bangun dapat di lihat pada gambar  berikut ini.
Gambar 1.3  Entity Relational Diagram
I.4.4 Implementasi dan Pembahasan
a. Halaman Utama User
Gambar 1.4 Halaman Utama User
b.        Hak Akses Administrator
Gambar 1.5 Halaman Administrator
c.         Halaman Hasil Spk Siswa
Gambar 1.6 Halaman Hasil SPK Siswa
d.        Halaman Login Admin
Gambar 1.7 Halaman Login Admin
e.          Halaman Laporan Data SPK Siswa
Gambar 1.8 Halaman Laporan Data SPK Siswa
I.5 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah melalui tahap-tahap pembangunan Sistem Pendukung Keputusan pada SMA N 2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat adalah bahwa dengan adanya website ini maka:
1.      Dapat membantu Pengunjung untuk mendapatkan info-info terbaru dari SMA N 2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat.
2.      Adanya Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan dapat membantu siswa di SMA N 2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat khususnya dan semua siswa SMA sederajat pada umumnya.
3.      Dengan  dibuatnya  sistem  ini,  dapat  membantu  pihak  SMA N 2 Kumai Kab. Kotawaringin Barat dalam menentukan  siswa  yang  cocok  untuk  mengisi  jurusan  yang  sesuai  dengan kemampuan dan minatnya.
4.      Sistem penjurusan menjadi lebih objektif dan akurat karena tidak hanya mengggunakan nilai rapot saja melainkan juga aspek – aspek yang mempengaruhi dalam menentukan jurusan siswa, seperti minat dan juga kuisioner.
I.6 Daftar Kepustakaan
Jogiyanto, HM. 2009. Sistem Teknologi Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.
 Kadir, Abdul, 2009, MasteringAjax dan  PHP, Andi Offset, Yogyakarta.
 Kadir, Abdul, 2008, Belajar Database Menggunakan MySQL, Andi Offset, Andi, Yogyakarta.
Kusrini, 2007. Konsep Dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Andi Offset Yogyakarta.
Noviyati, D.A. 2012. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Di SMA Menggunakan AHP (Studi Kasus SMAN 2 Demak). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
Riyanto, Ayu. 2011. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asisten Praktikum Dengan Metode AHP (Studi Kasus Program studi Teknik Informatika IUN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
Sejati, Rr.H.P. 2010. Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Jurusan Di Madrasah Aliyah (Studi Kasus MAN Wates 1 Kulon Progo). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
 Wiswakarma, Komang, 2010,Panduan Lengkap Menguasai Pemrograman CSS, Loko Media, Yogyakarta.


Selasa, 22 Oktober 2013

Cara Setting Modem Telkom Speedy

Cara Setting Modem Telkom Speedy yang akan saya share kali ini untuk mengatasi kegalauan teman-teman yang tidak bisa mengakses internet karena masalah tertentu pada telkom speedynya, entah itu lupa pasword admin telkom speedy atau yang lainya, kalau di tunggu pihak dari telkom yang memperbaiki dan mensetting ulang model speedy akan sangat membutuhkan waktu lama, karena biasanya petugas ini tidak bisa langsung datang membantu.

Apapun masalah anda ketika ingin mereset ulang pasword speedy sobat, yang harus kita ketahui adalah Cara Setting Model Telkom Speedy pada TP link yang kita miliki dengan syarat sobat harus punya pasword speedy yang diberikan saat pertama sekali berlangganan speedy serta nomor telepon modem jaringan internet yang sobat miliki. 

Jika itu semua sudah beres, mari ikuti Panduan Cara Setting Modem Speedy Telkomdi bawah Ini :



  • Pertama-tama hubungkan modem dengan komputer/laptop menggunakan kabel UTP, pasang juga konektor ADSL (line telpon) ke modem serta kabel power modem dan hidupkan modem TP-Link anda.
  • Oleh karena IP default modem adalah 192.168.1.1 maka ubah IP address untuk komputer/laptop anda menjadi 192.168.1.2
  • Jalankan aplikasi browser anda, seperti Mozilla FirefoxInternet Explorer, Google Chrome atau lainnya.
  • Ketik pada address bar, IP address default dari modem yaitu 192.168.1.1 dan tekan ENTER maka akan muncul halaman login web base setting modem TO-Link
  • Ketik username : admin dan password : admin kemudian klik OKAnda sekarang sudah berada di halaman web base TP-Link modem setting. Silahkan klik menu Interface Setup dan klik Internet.
  • Atur settingan virtual circuit sesuai dengan yang disarankan dari pihak telkom, biasanya tergantung pada area masing-masing (misalnya : PVC1)
  • Statusnya menjadi Activated dan VPI : 8 dan VCA : 81 (ini untuk PVC1, akan berbeda apabila PVCnya berbeda).
  • Encapsulation ISP pilih PPPoA/PPPoE
  • Masukkan user name serta password yang diterima dari Telkom (sudah anda persiapkan di awal)
  • Setting Bridge Interfacenya Deactivated dan Connection Always On (Recommended).
  • Klik menu LAN dan cek settingan sebagai berikut : IP Address : 192.168.1.1, Subnet Mask : 255.255.255.0, Dinamic Route : RIP2-B Direction : None, Multcast : Disable dan ICMP Scoop : Disable. DHCP : Enable, Starting IP Address : 192.168.1.2 dan IP Pool Count : 50 (max : 254). Settingan yang lainnya biarkan default.



  • Klik menu Wireless untuk setting wireless modem sebagai berikut : Access Point : Activated, Channel Indonesia. Yang lainnya biarkan default. Pada Broadcast SSID pilih Yes dan SSID ketik Access Point Name (APN) mis : Aksespoint Aku

  • Setelah melakukan semua seting di atas, langkah terakhir adalah menyimpan hail settingan di atas dengan menekan atau klik tombol Save.

Nah, demikianlah cara mensetting Modem Speedy Telkom.

Deskripsi Kerja Profesi IT

.

Berikut ini merupakan beberapa deskripsi kerja (job description) dari beberapa profesi yang terdapat di bidang IT.

1. IT Programmer

• Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
• Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
• Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
• Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal.
• Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.
• Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
• Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan.
• Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.

2. System Analyst

• Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
• Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
• Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
• Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
• Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
• Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
• Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
• Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.
• Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
• Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
• Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
• Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan
• Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.

3. IT Project Manager

• Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
• Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
• Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
• Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
• Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
• Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
• Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
• Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.

4. IT Support Officer

• Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
• Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
• Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
• Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
• Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
• Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan departement regular.

5. Network Administrator

• Maintain dan perawatan jaringan LAN.
• Archive data.
• Maintain dan perawatan komputer.

6. Network Engineer

• Maintenance LAN dan Koneksi Internet
• Maintenance hardware
• Maintenance database dan file
• Help Desk
• Inventory

7. Network and Computer Systems Administrators

• Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
• Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
• Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
• Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
• Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
• Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
• Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
• Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
• Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
• Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.

8. Network Systems and Data Communications Analysts

• Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
• Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
• Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
• Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
• Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
• Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
• Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
• Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
• Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
• Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.

9. Web Administrators

• Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
• Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
• Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
• Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
• Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
• Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
• Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
• Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
• Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

10. Web Developers

• Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
• Melakukan atau update situs web langsung.
• Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
• Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
• Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
• Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
• Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
• Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
• Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

11. Computer Security Specialists

• Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
• Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
• Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
• Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
• Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
• Memodifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
• Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
• Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
• Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.
• Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.

Apa Itu PABX dan Bagaimana Kerjanya

Apa Itu PABX dan Bagaimana Kerjanya?PDFPrintE-mail
PABX SystemPABX merupakan singkatan dari Private Automatic Branch eXchange. Sebuah PABX pada dasarnya adalah sebuah sistem telepon yang biasa disebut juga dengan switchboard yang digunakan sebagai sistem telepon internal di kantor.

Gambaran Sederhana Sistem PABX

Sistem PABX memiliki beberapa/ banyak sambungan kabel yang mengarah pada sebuah switchboard. Itulah sebabnya mengapa ada istilah "branch" dalam kepanjangan PABX, karena "branch" atau cabang ini mengacu kepada banyaknya sambungan yang dihubungkan ke PABX. Alat PABX merupakan teknologi yang canggih karena dapat digunakan sebagai telepon, modem dan mesin fax, serta bisa digunakan sebagai alat komunikasi internal karyawan di kantor.

Cara kerja PABX adalah bahwa sesungguhnya perangkat ini merupakan modem yang berfungsi sebagai control station pusat. Setiap kali ada telepon baru yang masuk, maka telepon tersebut akan di-routing (diarahkan) melalui control station ini. Karena di dalam sistem PABX tersebut telah dimasukan kode tertentu untuk masing-masing nomor telepon di kantor, atau untuk masing-masing extension, maka telepon masuk tersebut akan diarahkan ke tujuan yang tepat dengan menggunakan kode tersebut.

Contoh Kegunaan PABX di Kantor

PABX juga dapat diprogram sehingga akan muncul greeting otomatis setiap kali ada telepon masuk sebelum diarahkan ke tujuan yang bersangkutan. Untuk tujuan fungsi fax, Anda dapat memprogram sambungan yang melalui control station tersebut menuju ke sebuah mesin fax, atau bahkan ke berbagai nomor tujuan fax.

PABX modern bahkan dapat diprogram dengan sistem komputer untuk melacak setiap telepon masuk dan telepon keluar. Sistem ini bahkan bisa diatur siapa saja yang boleh melakukan hubungan telepon ke tujuan tertentu. PABX juga bisa digunakan untuk mengetahui penggunaan telepon karyawan yang tidak semestinya.

PABX juga dapat digunakan sebagai Auto Attendant, yaitu fitur yang mengarahkan penelepon masuk ke tujuan tertentu secara otomatis. Fitur ini terutama sangat cocok untuk bisnis skala besar yang selalu menerima telepon masuk dalam jumlah besar setiap harinya. Anda juga dapat melakukanconference call menggunakan PABX.