Kamis, 07 Maret 2013

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI)



SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
(STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI)

1.      Latar Belakang Masalah
Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal yang ada di Indonesia dan didalam kurikulumnya sudah ada suatu penjurusan mata pelajaran dimulai dari kenaikan kelas XI, yaitu penjurusan untuk mata pelajaran IPA, IPS dan BAHASA.
Penjurusan di SMA diperkenalkan sebagai upaya agar siswa dan siswi lebih terarah pada satu bidang yang diminatinya dan bisa lebih berkonsentrasi pada bidang yang diminati tersebut. Siswa yang mempunyai kepintaran dalam sains dan ilmu eksakta biasanya akan lebih memilih jurusan IPA sedangakan siswa yang mempunyai minat sosial dan ekonomi biasanya akan memilih jurusan IPS. Dan siswa yang gemar serta punya kemampuan dalam bidang bahasa maka akan memilih jurusan BAHASA.
Penjurusan di SMA Negeri 2 Kumai masih menggunakan cara manual yaitu dari kemauan sendiri dari pihak siswa dan dengan mengisikan angket pemilihan jurusan yang diberikan dari pihak sekolah serta rekomendasi dari pihak orang tua. Dari angket tersebut, kemudian akan dipertimbangkan oleh wali kelas yang mempunyai wewenang tertinggi untuk menentukan dimana siswa tersebut akan masuk pada salah satu jurusan. Jadi kadang siswa yang kemampuan akademiknya terbatas banyak yang bingung untuk memilih jurusan apa yang akan mereka ambil sehingga menyulitkan mereka untuk mengambil sebuah keputusan. Karena beberapa siswa yang kemampuan akademiknya kurang baik tetapi mereka ingin sekali masuk IPA, sebaliknya ada juga siswa yang kemampuan akademiknya cukup baik tetapi lebih memilih untuk masuk IPS karena mereka beranggapan jika masuk IPA akan mendapatkan pelajaran-pelajaran yang sulit seperti hitung-hitungan kimia dan fisika.
Sistem pendukung keputusan ini bukan sebagai pembuat keputusan, tetapi sebagai alat bantu dan saran untuk memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pemilihan jurusan untuk siswa dan siswi di SMAN 2 Kumai.
Salah satu metode sistem pendukung keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP ini cukup efektif dalam menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut ke dalam bagian-bagiannya. Dengan metode AHP ini penulis membuat sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan di SMA Negeri 2 Kumai dan diharapkan nantinya dapat membantu siswa dan siswi SMA N 2 Kumai dalam menentukan keputusan untuk memilih jurusan IPA, IPS atau BAHASA.
Untuk itu penulis ingin mengadakan penelitian untuk menganalisis dan mencoba membuat website dengan mengajukan judul SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS SMA NEGERI 2 KUMAI)”.
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat diambil suatu rumusan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat aplikasi Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk membantu siswa dan siswi SMA khususnya di SMAN 2 Kumai dalam menentukan jurusan  yang sesuai dengan minat dan kemampuan akademik serta tes bakat. Dan bagaimana mengimplementasikan desain sistem tersebut menjadi sistem berbasis web dengan menggunakan PHP dan MySQL.
3.      Batasan Masalah
Pembatasan masalah bukan saja untuk menyederhanakan persoalan yang dihadapi, tetapi juga mengarahkan permasalahan tersebut supaya tidak menyimpang dari yang diinginkan. Maka permasalahan yang akan diangkat dibatasi pada :
  1. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2 Kumai.
  2. Penentuan jurusan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan minat, nilai akademik dan tes bakat.
  3. Sistem dibuat menggunakan data dari sekolah.
  4. Implementasi pada sistem yang akan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.

4.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dengan diadakannya penelitian ini yaitu :
a.       Membantu serta memudahkan siswa dan siswi SMAN 2 Kumai dalam memilih jurusan yang tepat.
b.      Membantu petugas kesiswaan pengolahan data akademik dan juga membantu wali kelas dalam mengatur kuota kelas penjurusan.

5.      Tujuan Penelitian
Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis web agar bisa membantu untuk menentukan jurusan bagi siswa dan siswi SMAN 2 Kumai yaitu siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) berdasarkan nilai-nilai rapor, minat dan tes bakat.

6.      Tinjauan Pustaka
            Penelitian mengenai sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan di SMA bukanlah baru pertama kali ini dilakukan, sudah ada penelitian terdahulu tentang penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP)  tersebut.
            Dalam penelitian ini penulis mengambil tinjauan pustaka dari penelitian yang dilakukan oleh: Ayu Dwi Noviyati dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2012 dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemulihan Jurusan di SMA Menggunakan Analytical Hierarchi Proses (AHP) Study Kasus SMAN 2 Demak.)”. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai cara bagaimana Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis web agar bisa membantu untuk menentukan jurusan bagi siswa dan siswi SMAN 2 Demak yaitu siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) berdasarkan nilai-nilai rapor, minat dan tes bakat.
            Penelitian lain penulis juga mengambil tinjauan pustaka dari penelitian yang dilakukan oleh: Ayu Riyanto dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2011 dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asisten Praktikum Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu metode yang mampu memecahkan masalah multi kriteria menjadi beberapa elemen dalam sebuah hierarki.
Penelitian mengenai pembuatan sistem informasi ini didasarkan pada ide penulis yang ingin memudahkan masyarakat luas untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan bengkel tersebut. Penelitian ini sebelumnya belum pernah dilakukan oleh pihak lain oleh sebab itu penulis ingin mengangkat judul SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MENGGUNAKAN  ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) STUDI KASUS SMA NERGERI 2 KUMAI”. dengan harapan dapat bermanfaat sebagaimana yang dimaksud.

7.      Metode Penelitian
7.1  Teknik Pengumpulan Data
            Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh hasil yang akurat dan valid secara maksimal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.              Studi Literatur atau Kepustakaan
Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui membaca dan mempelajari referensi-referensi berupa makalah, jurnal ilmiah, skripsi, atau buku. Fasilitas internet juga digunakan media untuk mencari data atau informasi yang dipublikasikan di dunia maya yang berkaitan dengan objek penelitian.
b.            Wawancara
Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui tanya jawab yang diajukan secara langsung kepada narasumber untuk mendapatkan data atau informasi yang berkaitan dengan objek penelitian.
c.              Observasi
Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan atau peninjauan langsung terhadap sumber permasalahan serta berkomunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan serta bertanggung jawab dalam penentuan jurusan pada sekolah tersebut.



7.2. Jenis Data Yang Digunakan
a.       Data Primer
Merupakan data yang diperoleh secara langsung dari pengamatan obyek yang dijadikan penelitian dalam penelitian ini yaitu SMA N 2 Kumai.
b.      Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi. Data tersebut dapat berupa buku-buku atau literatur-literatur dan media elektronik yang menunjang penelitian yang sesuai dengan topik penulisan dan permasalahan yang dihadapi.

8.      Landasan Teori
A.    Sistem Pendukung Keputusan
1.      Definisi Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah suatu bentuk computer base information sistem yang interaktif, flexibel, dan secara khusus dikembangkan untuk mendukung penyelesaian dari masalah menajemen yang tidak terstruktur untuk memperbaiki pembuatan keputusan.
Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Sistem) merupakan suatu istilah yang mengacu pada suatu sistem yang memamfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Yaitu, merupakan suatu sistem yang interaktif yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif.
SPK tidak ditekankan untuk membuat keputusan, tetapi untuk melengkapi mereka yang terlibat dalam pengambilan keputusan dengan sekumpulan kemampuan untuk mengolah informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan dan sistem ini bukan dimaksudkan untuk mengganti pengambilan keputusan dalam membuat suatu keputusan, melainkan mendukung pengambil keputusan.
2.      Manfaat dan Keterbatasan SPK
Manfaat yang bisa diambil dari sistem pendukung keputusan ini adalah:
a.       SPK memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi pemakainya.
b.      SPK membantu pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak teratur.
c.       SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Keterbatasan dari sistem pendukung keputusan ini diantaranya adalah :
a.       Ada beberapa kemapuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
b.      Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
c.       Proses - proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
d.      SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambilan keputusan dalam melaksanakan tugas.
3.      Komponen SPK
Dibawah ini beberapa komponen yang ada pada sistem pendukung keputusan:
1)      Data Management
Termasuk database, yang mengandung data yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management Systems (DBMS). Manajemen data dapat diinterkoneksikan dengan data warehouse perusahaan, suatu repositori untuk data perusahaan yang relevan untuk mengambil keputusan.
2)      Model Management
Melibatkan model finansial, statistikal, management science atau berbagai model kuantitatif lainnya, sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis dan management software yang diperlukan.
3)      Communication (dialog subsystem)
User dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui subsistem ini. Ini berarti menyediakan antarmuka, Browser Web memberikan struktur antarmuka pengguna grafis yang familier dan konsisten. Istilah antarmuka pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara pengguna dengan system. Cakupannya tidak hanya perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi juga faktor – faktor yang berkaitan dengan kemudahan penggunaan, kemampuan untuk dapat diakses, dan interaksi manusia – mesin.
4)      Knowledge Management
Subsistem optional ini dapat mendukung subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri. System ini memberikan intelegensi untuk memperbesar pengetahuan pengambilan keputusan. System ini dapat diinterkoneksikan dengan repositori perusahaan yang disebut basis pengetahuan organisasional.


B.     Analytichal Hierarcy Process (AHP)

10.  Daftar Kepustakaan
_______, 2007 “Panduan Umum Penulisan Laporan Tugas Akhir”, Universitas Teknologi Yogyakarta.
Kusrini, 2007. Konsep Dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Andi Offset Yogyakarta.
Hidayat, M.T. (2011). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Di SMA Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Di SMAN 1Pemalang). Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Sejati, Rr.H.P. (2010). Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Jurusan Di Madrasah Aliyah (Studi Kasus MAN Wates 1 Kulon Progo). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar