Senin, 22 November 2010

Devinisi Local Area Network (LAN)

Definisi Local Area Network (LAN)
 
Ciri dan Alasan pemakaian
1. Jarak antar terminal dekat
2. Milik satu organisasi
3. Tidak mempergunakan line komunikasi
4. Menggunakan kabel khusus
5. Pemakaian bersama sumber daya
6. Mudah mendapatkan informasi (distributed proces.)
7. Bertambahnya pemakaian terminal
8. Perubahan sifat dan cara komunikasi
9. Fleksibilitas pengembangan fasilitas & terminal

Kendala Jaringan Telepon
1. Waktu koneksi yang lama (5 detik)
2. Sifat lalu lintasnya (speed & bandwidth rendah)

Faktor pemilihan dan Pertimbangan pada LAN
Faktor pemilihan
1. Standar dan kecocokan antar terminal
2. Kesesuaian dengan jaringan luar (jar. data, telepon)
3. Memiliki kecepatan yang tinggi
4. Metode akses (polling, point to point, multipoint)
5. Media tranmisi
6. Topologi (berhubungan dengan metode akses & media).

Faktor Pertimbangan LAN
1. Keandalan (realibility)
Gangguan sedikit dapat mengakibatkan error, sehingga keandalan sistem dibutuhkan. Ukurannya MTBF (Mean Time Before Failure) dan MTTR (Mean Time To Repair).
2. Kemudahan pemeliharaan (maintainability)
Kalau terjadi error, sistem harus cepat aktif. Pendukungnya : dokumentasi jaringan, vendor, suku cadang, backup alat, purna jual, lingkungan. Maintainability tidak menonjol bila realibility tinggi.
3. Kecepatan pengalihan data (data transfer)
Karena produktivitas dipengaruhi throughput.
4. Lebar band
Telepon 300 - 3800 Hz dapat untuk speed 4800 Bps. Kanal khusus dapat 19.2 Kbs.
5. Metode akses
Karena akses terminal adalah kunci throughput.
6. Beban jaringan
Jaringan peka beban, mendekati 100% terjadi penundaan.
7. Laju alih data (data transfer rate)
Bergantung pada elemen rangkaian, bukan tidak lebar bandnya. Kanal melayani 4800 bps, tetapi DCE 1200 bps, sehingga alih data tergantung DCE.
8. Error rate dan recovery
Tingkat kesalahan memperendah throughput, karena butuh waktu pelacakan dan perbaikan. Faktornya kesalahan desain saluran, media.
9. Protokol
Mengandung sejumlah bit yang bukan informasi, tetapi untuk error detection, hal ini mempengaruhi throughput.
10.Kapasitas
Merupakan fungsi banyaknya saluran, kecepatan, panjang berita, kepadatan lalu lintas.
11.Luas jaringan
Luas daerah pelayanan diukur dari jarak hubungan.
12.Hubungan dengan jaringan lain
Beberapa jaringan perlu berhubu-ngan, sehingga membutuhkan gate-way atau bridge.
13.Biaya
Tidak hanya menyangkut investasi tetapi pemeliharan dan pengembangannya.
14.Fleksibilitas
Kemudahan mengatasi batas kemampuan atau penambahan fasilitas.
Teknik Penyambungan
Peer To Peer
Peer To Peer
Peer-to-peer adalah suatu model teknologi jaringan lokal (LAN) dimana masing-masing komputer bisa berbagi (sharing) data, aplikasi, printer, harddisk, dan lain-lain. Dengan kata lain semua komputer dalam level yang sama yaitu bisa berfungsi sebagai server maupun workstation.





Client Server
Client-Server adalah teknologi LAN yang mengenal adanya Server dan Client (workstation), masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda tapi berkesinambungan. Bedanya dengan peer-to-peer adalah pada arsitektur pengolahannya. Clientserver menyediakan fasilitas pengolahan terdistribusi. Kemiripannya dengan model client-server terutama dengan adanya fasilitas printer-remote, artinya setiap pemakai bisa mengakses printer yang ada di workstation manapun.



    Kedua model ini memliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan peer-topeer adalah pemakai dapat mengakses file yang ada di workstation pemakai lain. Keunggulan ini tidak terdapat pada model client-server. Model client-server menggunakan salah satu komputer sebagai server. Pemakai hanya dapat menggunakan bersama-sama sumberdaya (harddisk, file, printer) yang ada di server. Walaupun ada sistem operasi jaringan yang memakai print server, tetapi fasilitas ini relatif lambat.
       Keuntungan lain dari peer-to-peer adalah tidak dibutuhkannya administrator yang mengelola jaringan dan tidak memerlukan komputer khusus sebagai server. Bila server pada model client-server mati, maka seluruh sistem akan down. Tetapi pada peer-to-peer bila salah satu komputer mati maka sistem tetap jalan. Secara konseptual peer-to-peer dapat menjalankan semua program aplikasi multiuser seperti pada model client-server, akan tetapi tidak dapat menjalankan database yang multiuser dan membuat hak akses bertingkat untuk meningkatkan faktor keamanan. Model client-server lebih banyak dipakai untuk menangani data yang relatif besar dengan aman. Dan pada model ini aplikasi multiuser lebih cepat dijalankan.
Teknik penyaluran sinyal
1. Baseband
Data dikirimkan dalam bentuk pulsa digital, jarak tempuh dekat, mudah dihubungkan/disadap, Time Division Multiplexing, laju 1-10 Mbps, umum dipakai.
2. Broadband
Data dimodulasikan (diubah) sebelum dikirimkan, jarak tempuh jauh, implementasi sulit, mahal, Frecuency Division Multiplexing.
Media tranmisi
Media transmisi merupakan komponen fisik yang dihunakan untuk koneksi dan komunikasi data pada jaringan computer. Secara garis besar media transmisi terdiri dari :Kabel
• Konektor
• Sistem transmisi
    Setiap media memiliki kecepatan transmisi data yang berbeda-beda. Kecepatan transmisi data untuk aplikasi komunikasi data pada jaringan mempunyai satuan bps ( bit per detik ).
     Pada modul ini akan difokuskan pada media kabel dan konektor yang dipakai untuk jaringan computer. Jenis kabel yang paling banyak dipakai adalah :
• Coaxial , ( 10 base 5 dan 10 Base 2 ) dengan kecepatan 5 Mbps dan 10 Mbps
• UTP , dengan kecepatan 10 Mbps dan 100 Mbps
• Serat Optik dengan kecepatan 100 Mbps

Dibawah ini adalah spesifikasi teknis dari setiap kabel beserta konektor yang digunakannya.

Yellow Thick ( 10Base5 ) Coaxial
Gambar Kabal Coaxial 10 Base 5
Spesifikasi Teknis :
• Panjang segmen : 500 m
• Tahan terhadap Noise
• Banyak dipakai sebagai backbone atau jalur utama antar gedung
Adapun konektor yang digunakan untuk Thick Ethernet dinamakan Tranceiver ( Konektor yang berfungsi sebagai Transmitter dan Receiver )
Gambar 11.4 Tranceiver Untuk 10 Base 5

10Base 2 Coaxial
Spesifikasi Teknis :
Panjang segmen : 185 m
Menggunakan BNC Konektor
Transceiver menggunakan konektor T pada setiap node
Banyak dipakai pada workgroup jaringan

Konektor yang digunakan untuk 10 Base 2 berbeda dengan 10 Base 5. Konektor yang digunakan untuk keperluan ini berjenis BNC dan Tranceivernya menggunakan T Konektor. Visualisasi detailnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

0 komentar:

Posting Komentar